Tips Haji Plus
Tips Haji & Umrah Plus
Muhammad Abd Al-Aziz
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamu alaikum!
Pertama-tama kami dari www.alifbata.org mengucapkan selamat! Karena dengan sampainya anda ke artikel ini kami asumsikan anda sedang bersiap-siap untuk berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji/umrah atau paling tidak anda sudah memantapkan niat di dalam hati, Masya Allah. Haji adalah rukun kelima dari agama Islam dan merupakan ujian terakhir bagi seseorang yang menyebut dirinya Muslim. Labbaik Allaahumma labbaiik, labbaika laasyariikalaka labbaik, innalhamda wanni’mata lakawalmulk, laasyariikalak.
Penulisan artikel tips haji berikut ini akan lebih berat ke aspek teknis dari perjalanan haji seperti barang bawaan, kesehatan, dsb. serta teknis melaksanakan rangkaian ibadah seperti halnya tawaf, sa’i, tahallul, melempar jumrah, dsb. Penulis berasumsi pembaca yang budiman telah melaksanakan manasik haji, jadi sudah mengetahui tentang tata cara ibadah haji/umrah seperti ihram, miqat, tahalul, dsb. Insya Allah kami akan melampirkan dalil Al-Qur’an dan hadits jika diperlukan. Artikel ini juga akan menampilkan beberapa foto, peta, serta video untuk memudahkan anda mempelajari tips-tips yang ada.
Artikel ini ditulis pada akhir tahun 2009, yaitu pada akhir musim haji 1430 H. Selain itu, artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman haji bersama travel haji plus dengan hajinya tamattu’ (umrah dulu lalu haji setelahnya) dan betul-betul tidur dan menginap di Mina selama kurang lebih 5-6 hari. Walau berdasarkan pengalaman haji ONH plus, namun saya katakan, bahwa setiap ibadah di dalam rukun dan wajib haji antara haji plus dan reguler adalah sama saja, yang membedakan adalah beberapa fasilitas yang ada seperti penginapan, transportasi dan katering. Dan artikel ini juga berguna bagi anda yang akan melaksanakan umrah di luar musim haji. Jika anda memiliki pertanyaan seputar haji dan umrah, silahkan kirim email anda ke admin@alifbata.org atau tulis komen di bawah artikel ini.
Selamat mempelajari tips berikut, dan sekali lagi kami ucapkan selamat menunaikan ibadah haji dan umrah!
Persiapan: Packing
Biasanya perusahaan travel haji anda akan menyiapkan 4 macam tas dengan ciri khas travel (warna dan logo) untuk anda bawa. Satu koper besar, satu koper kecil, satu tas jinjing, satu tas kecil/pingging/slempang. Setiap tas memiliki fungsi masing-masing. Biasanya saat akan berangkat, bawaan kita tidak terlalu banyak sehingga masih enteng. Namun saat akan pulang, biasanya isinya akan bertambah cukup signifikan dari saat berangkat, yang salah satunya dikarenakan kita akan membawa oleh-oleh. Jikalaupun anda tidak berencana untuk berbelanja, biasanya setelah melihat berbagai toko di sana kita akan tergoda untuk belanja.
Koper besar anda adalah koper utama yang berisi seluruh keperluan selama berada di tanah suci. Sedangkan koper kecil nanti akan kita pergunakan selama kita melaksanakan ibadah haji dari tanggal 8 Dzulh berangkat ke Mina, lalu 9 Dzulh di Arafah, kembali ke Mina untuk jumrah aqabah, kembali ke Makkah untuk tawaf ifadhah, lalu kembali ke Mina untuk melempar tiga Jumrah sampai dengan tanggal 13 Dzulh (12 Dzulh jika nafar awal). Selama 5-6 hari tersebut koper besar biasanya akan ditinggal dan disimpan di tempat yang aman oleh travel anda.
Berikut ini barang yang dianjurkan untuk dibawa.
Koper Besar:
- Kain Ihram (1-2 pasang) *Bagi wanita pakaian Ihram berwarna putih
- Sajadah
- Baju koko *Jilbab/busana Muslim/bergo
- Pakaian harian/baju santai
- Celana panjang
- Baju tidur
- Baju hangat *Terutama saat musim dingin di Madinah, salat Subuh sangat dingin.
- Kain sarung
- Handuk besar dan kecil
- Pakaian dalam *Sangat dianjurkan memakai yang disposable atau sekali buang untuk memudahkan kita serta mengurangi bawaan baju kotor.
- Sandal terbuka (tidak menutup mata kaki) *Bagi wanita sepatu yang ringan dan kaos kaki
- Perlengkapan mandi / toiletries *Untuk yang ini lebih mudah memisahkan satu untuk koper besar dan satu untuk koper kecil selama haji.
- Obat-obatan pribadi
- Tas kantong kecil untuk sandal
Koper Kecil:
- Busana muslim
- Baju santai *Selama berada di Mina setelah melepas Ihram biasanya berbaju santai karena kegiatannya hanya di sekitar tenda dan tempat melempar jumrah saja.
- Pakaian dalam *Sangat dianjurkan memakai yang disposable atau sekali buang untuk memudahkan kita serta mengurangi bawaan baju kotor.
- Sajadah
- Perlengkapan mandi / toiletries
- Obat-obatan pribadi
- Tas kantong kecil untuk menyimpan batu dari Muzdalifah untuk jumrah.
Uang:
Bawa uang Saudi Riyal (SR) secukupnya. Jika memungkinkan jangan semuanya dijadikan satu dalam satu tempat untuk jaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika anda ikut ONH plus, maka selama anda di Makkah, Madinah, Mina dan Arafah, makan pagi, siang, dan malam semua sudah disiapkan lengkap hingga buah-buahan, teh, kopi, susu, jus, dsb. Jadi membutuhkan uang untuk makan di luar saat jajan saja misalnya jajan di resto Indonesia di Makkah, jajan KFC, atau jajan ayam Al-Baik.
* Siapkan juga uang untuk bayar dam (seharga seekor kambing / 120 USD)
* Penulis sendiri selain di dompet, membawa juga di tempat yang aman di koper/tas. Selain itu membawa simpanan USD kalau-kalau diperlukan (money changer banyak di Makkah dan Madinah)
* Harap diingat, selain kegiatan haji, akan ada kegiatan city tour, belanja, dsb.
Catatan Tambahan:
- Bawalah masker cukup banyak.
- Bawa buku do’a yang bisa dikalungkan, ternyata sangat terpakai.
- Bawalah sandal yang enteng dan nyaman untuk berjalan kaki.
- Bawa sajadah yang enteng dan tipis untuk dibawa-bawa ke Al-Masjid Al-Haram dan Al-Masjid An-Nabawi.
- Paspor dan buku kesehatan disimpan dalam tas pinggang/tas kecil yang selalu kita bawa.
- Selama di tanah suci, paspor kita akan disimpan oleh kantor maktab, bukan dibawa oleh kita. Ada baiknya menyimpan fotokopinya untuk kita bawa.
- Kamera digital + charger
- Telepon genggam + charger * Biasanya nanti membeli kartu perdana di Arab untuk memudahkan komunikasi dengan travel atau guide kita jika diperlukan, selain itu untuk menelepon ke tanah air.
Beri tanda yang jelas pada semua koper anda. Ingat anda akan menggunakan koper dari travel sehingga bentuknya akan sama semua. Bisa anda beri tanda dengan pita warna-warni, stiker, dsb. Tempelkan tanda tersebut di bagian atas koper anda dalam posisi berdiri dan tidur agar terlihat jelas. Nanti koper anda seringkali harus ditumpuk atau dijejer rapat dengan koper jemaah lain, dan setiap jemaah punya cara masing-masing untuk menandai koper merekapastikan penandanya cukup jelas.
Sekedar tips belanja sebelum berangkat, jika anda sempat berbelanja di Jakarta sebelumnya, mampirlah ke JACC Tanah Abang, di situ anda akan menemukan perlengkapan haji yang lengkap sekali dari kain Ihram, baju ihram wanita, jilbab, bergo, sajadah, mukena, hingga sandal laki-laki dan perempuan semua ada. Sebagian jemaah haji bahkan ada yang lebih dulu membeli stok oleh-oleh seperti kurma di tempat ini sebelum berangkat.
Perjalanan
Bagi anda jemaah travel ONH plus, anda tidak perlu mampir dulu di asrama haji melainkan langsung berkumpul di airport Soekarno-Hatta Jakarta. Anda akan diminta berkumpul 4 jam sebelum take-off. Jadi siapkan mental anda untuk menunggu (ini belum apa-apa). Anda akan diminta untuk memakai seragam terutama jaket haji nasional (berwarna telor asin). Di airport dan di pesawat anda juga akan bertemu jemaah calon haji dari berbagai travel lainnya. Travel haji biasanya sudah mengurus bagasi terlebih dahulu beberapa hari sebelum hari keberangkatan, sehingga anda akan berangkat dari airport hanya membawa tas jinjing atau ransel bagi yang mau (menurut penulis ransel lebih praktis). Jangan lupa siapkan pakaian ihram untuk nanti berganti pakaian ihram di atas pesawat.
Saat boarding ada baiknya anda masuk awal ke pesawat agar mendapat posisi kabin yang enak untuk barang bawaan anda. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 10 jam dari Jakarta menuju airport King Abdul Aziz di Jeddah (ada juga yang mendarat di Madinah). Nikmatilah penerbangan anda.
Selama di atas pesawat, biasanya petugas pesawat akan memberi info tentang waktu salat melalui pengeras suara. Bagaimana salat di atas pesawat? Tergantung keyakinan anda, tetapi pada umumnya, anda bisa berwudhu menggunakan aqua (tidak harus sampai becek, cukup diusap merata), lalu salat sambil duduk. Tayamum tidak dianjurkan, mengingat air masih tersedia dan dalam keadaan tidak sakit.
Ihram
Sekitar 20 menit sebelum sampai di Jeddah petugas pesawat akan memberi pengumuman bahwa pesawat akan melintasi miqat (lokasi untuk berihram) bagi yang mendarat di Jeddah maka miqatnya adalah yalamlam. Petugas lalu mengumumkan bahwa menurut fatwa ulama MUI berihram tidak harus di pesawat melainkan boleh dilakukan di airport King Abdul Aziz. Tergantung keyakinan anda, namun penulis merasa lebih yakin untuk berihram di pesawat saat melintas miqat yang sebenarnya sesuai ajaran Rasulullah SAW. Selain itu, berihram di airport juga sama repotnya, malah lebih repot.
Bagi wanita, berihram cukup dengan mengenakan kaos kaki dan sarung tangan, serta jilbab yang panjang saja. Sedangkan bagi yang laki-laki harus mencopot seluruh pakaiannya (ya, seluruhnya!) dan berganti dengan dua helai kain ihram. Lakukan ini dengan cara berdiri, cari posisi nyaman di bagian belakang pesawat (mungkin ajak teman segrup untuk bantu). Pakai dulu kain ihram anda atas bawah, setelah yakin cukup nyaman, baru copot celana anda. Setelah berganti pakaian ihram, salat sunat ihram, lalu melafalkan niat umrah (bagi yang haji tamattu’) “labbaik Allaahumma umratan”. Setelah anda berihram, jangan lupa pakem-pakem yang harus anda taati dalam kondisi ihram serta teruslah bertalbiah.
Ujian Pertama: King Abdul Aziz, Jeddah
Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kita tiba di Jeddah. Di sini anda akan menunggu lama sekali hingga akhirnya bisa keluar dari airport dan melanjutkan perjalanan ke Makkah. Siapkan paspor anda, karena akan dicek lagi, lagi dan lagi. Waktu menunggu di airport Jeddah rata-rata 4-5 jam. Hal ini disebabkan ramainya lalu lintas jemaah haji dari seluruh dunia yang masuk ke Jeddah. Saya yakin ini selalu begini sebab sesampainya di airport saya menelpon ayah saya yang sudah haji pada tahun 80an dan beliau mengatakan siap-siap menunggu minimal 4 jam. Juga, jangan kaget dengan sikap beberapa orang yang tidak mau antri dan main serobot, setiap tahun selalu saja ada jemaah yang masih begini. Bersabarlah, kesan yang umumnya tersirat adalah kekacauan administrasi dari pihak airport, dan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Setelah anda keluar, anda akan menunggu lagi di area tunggu jemaah haji, sampai akhirnya naik ke bis dan menuju penginapan.
Umrah: Perjumpaan pertama dengan Ka’bah
Sebelum memulai umrah untuk pertama kali, anda akan dibagi dalam grup kecil yang setiap grup akan dipimpin oleh seorang guide. Hafalkan guide anda dan teman satu grup anda. Melihat Masjid Al-Haram untuk pertama kali adalah pengalaman yang menegangkan. Padahal baru di luarnya saja. Melihat banyaknya orang di dalam satu tempat cukup mengintimidasi. Apalagi saat pertama masuk ke Masjid dan melihat Ka’bah secara langsung, luar biasa.
- Sebaiknya bawa alas kaki anda masuk ke dalam Masjid. Masukkan ke dalam tas kecil lalu dikalungkan/dislempangkan.
- Jangan kaget bila saf laki-laki dan wanita sudah tercampur aduk, di depan dan belakang.
- Bagi wanita berilah tanda yang cukup jelas pada bagian belakang mukena anda karena semua wanita menggunakan mukena sehingga sulit untuk mengenali tanpa tanda.
- Untuk pelaksanaan umrah, biasanya melalui pintu manapun anda masuk, anda akan keluar di pintu Marwah, karena selesainya pelaksanaan sa’i yaitu tahallul (memotong rambut) adalah di pintu Marwah
- Perhatikan dan hafalkan pintu masuk anda, mudah saja caranya lihat anda masuk di sudut Ka’bah sebelah mana, apakah di rukun Yamani, apakah di pintu Ka’bah, dsb.
Tips Tawaf Dan Sa’i
Tawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, hal yang sangat sederhana namun saat dilakukan bersama ribuan orang menjadi hal yang cukup menantang. Waktu paling padat melakukan tawaf adalah saat menjelang salat. Karena banyak orang ingin salat berjamaah di area Ka’bah sehingga area tawaf menjadi semakin sempit dan jemaah wanita akan diminta pergi ke area salat perempuan. Waktu paling (lumayan) sepi adalah saat dhuha, sehabis dzuhr, serta tengah malam. Sedangkan paling sulit adalah saat menjelang maghrib dan isya.
- Sebelum tawaf tentukanlah meeting point jika terlepas dari grup * paling mudah langsung saja meeting point di Marwah, karena toh sehabis tawaf akan melakukan sa’i.
- Berdo’a dan yakinkan diri anda untuk tidak batal wudhu
- Jika wudhu batal di tengah jalan, bersabarlah, berwudhu lagi dan ulang dari awal (anggota grup lainnya tidak harus mengulang)
- Jadilah grup yang fleksibel tapi kuat
- Jangan saling dorong dan berdesak-desakan
- Jagalah para wanita di tengah
- Jika terpisah jangan saling tunggu selesaikan saja
- Jika merasa sumpek mendongaklah ke atas dan tarik nafas
- Ikuti alur tawaf dengan santai
- Jika terpaksa memotong jalan, ulurkan tangan anda sebagai tanda agar diberi jalan, tidak perlu memaksa dan mendorong-dorong
- Jika ingin mendekat ke Ka’bah bergeraklah secara spiral dari ring luar perlahan semakin ke ring dalam. Begitupun saat ingin keluar
- Jangan sampai hilang hitungan. Gunakanlah metode karet gelang (menggunakan 7 karet yang digelangkan untuk menghitung putaran) atau metode lainnya untuk menghitung 7 kali putaran.
- Jika hilang hitungan, gunakanlah yang terkecil; misalnya anda ragu apakah ini putaran keenam atau ketujuh maka anggaplah putaran ini yang keenam (lebih baik lebih daripada kurang).
- Jika sedang tawaf adzan berkumandang, teruskan saja tawafnya hingga aqamat dan ikut salat berjamaah (untuk wanita dianjurkan keluar dulu)
- Bagi anda yang tidak kuat secara fisik, gunakanlah jasa pendorong kursi roda di lantai 2 dan 3. Untuk biaya sewa kursi roda 100 SR, sedangkan untuk sewa dan jasa dorong sekitar 250 SR termasuk sa’i.
Setelah selesai 7 kali putaran, salat sunat tawaf 2 raka’at jangan lupa membaca surat Al-Kafirun di raka’at pertama dan Al-Ikhlas di raka’at kedua.
Klik di sini untuk melihat video tawaf.
Multazam dan Hajar Aswad
Saat musim haji kepadatan di sekitar Masjid Al-Haram sangat luar biasa, sangat jauh keadaannya dengan umrah di luar musim haji. Jika anda sempat dan berhasil mencium Hajar Aswad dan berdoa ke area multazam, alhamdulillah. Namun tidak disarankan untuk ngoyo dan memaksakan diri. Multazam paling mudah adalah di samping kanan maqam Ibrahim, ada ruang terbentuk karena alur tawaf terhalangi oleh maqam Ibrahim. Jika anda sedang tawaf dalam grup, dahulukanlah kepentingan grup.
Tips Sa’i
Setelah selesai tawaf kita menuju area sa’i. Seperti halnya tawaf, sa’i juga 7 kali bolak-balik. Start dari Safa, jalan ke Marwah, kembali ke Safa (sudah dihitung dua kali), jadi 7 kali akan berakhir di Marwah. Jarak tempuh total sa’i adalah sekitar 3,5 kilometer. Jangan lupa berlari kecil (bagi laki-laki) di antara pilar hijau.
- Sa’i tidak harus dalam keadaan wudhu
- Selama sa’i kita akan berdo’a sehingga mulut kita akan komat-kamit dan akan haus. Jangan khawatir, terdapat banyak kran air zamzam dengan gelas plastiknya untuk anda minum gratis.
- Jika perlu simpanlah botol air kecil untuk menyimpan air zamzam
- Bagi anda yang tidak kuat secara fisik, gunakanlah jasa pendorong kursi rod. Untuk biaya sewa kursi roda 100 SR, sedangkan untuk sewa dan jasa dorong sekitar 250 SR termasuk tawaf.
- Safa biasanya cukup padat dan agak macet karena banyak orang berhenti dan berdo’a di situ. Gandenglah grup anda tapi tetaplah fleksibel.
- Jika adzan berkumandang, teruskan saja hingga aqamat dan ikut salat berjamaah.
Klik di sini untuk beberapa cuplikan video Sa’i.
Setelah selesai tawaf dan sa’i saatnya tahallul. Maka bawalah gunting kecil di tas pinggang/slempang anda. Bagi laki-laki yang berniat tahallul dengan memendekkan rambutnya, di luar pintu Marwah sudah berderet barber shop menanti anda, harga potong rambut dengan mesin 15 SR.
Pada musim haji bis tidak diizinkan untuk parkir di lokasi yang dekat dengan Masjid. Persiapkan diri anda untuk berjalan kaki cukup jauh dan menunggu cukup lama untuk kembali ke bis anda.
Prosesi Haji
Haji adalah ibadah yang jadwalnya sudah ditetapkan, sehingga Muslim dari seluruh dunia akan menunaikan ibadah haji ini pada saat yang bersamaan. Secara sederhana urutan kegiatan haji adalah sebagai berikut:
08 Dzulhijah – Berdiam dan menginap di Mina
09 Dzulhijah – Berdiam dan berdo’a di padang Arafah hingga maghrib
09 Dzulhijah – Bermalam di Muzdalifah dan mengambil kerikil
10 Dzulhijah – Melempar jumrah Aqabah – Tawaf Ifadhah + Sa’i + Tahallul
11 – 13 Dzulhijah – Melempar 3 Jumrah
selesai
Kota Tenda Mina
Mina adalah hamparan padang yang sangat luas di antara dua bukit, lokasinya cukup dekat dengan Makkah. Di Mina inilah juga nanti dilaksanakan pelemparan jumrah. Mina disebut kota tenda karena seluruh area ini dipasang tenda permanen anti api. Kota Mina ini hanya ramai saat musim haji saja, selama kurang lebih 6 hari. Seperti disebutkan di atas bahwa haji sudah ditetapkan waktunya, maka di hari yang sama seluruh jemaah haji dari seluruh dunia akan tumpah ruah di Mina. Sekitar 2-4 juta jiwa pertahunnya.
Selama berada di Mina kita akan tinggal di dalam tenda beramai-ramai dengan jemaah Indonesia lainnya. Jemaah haji plus mendapatkan kasur tipis berukuran pas sebadan sehingga saat tidur akan berdempet-dempetan. Tenda-tenda ini dibagi oleh maktab-maktab. Dalam satu maktab bisa terdapat beberapa tenda dan travel yang berbeda-beda. Karena luasnya lokasi, maka kadang-kadang kita mendapat tenda yang jaraknya jauh sekali. Malah ada jemaah Indonesia yang mendapat maktab dibalik bukit, lokasi yang disebut Mina II atau Mina Jadid, itu jauh sekali. Jadi persiapkan diri anda untuk berjalan jauh melempar jumrah karena bis transport tidak bisa keluar masuk dan parkir begitu saja.
Tetapi walau jalan jauh, area pelemparan jumrah sudah jauh lebih nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kita tidak lagi harus berhimpitan, dan sudah disediakan 4 lantai lengkap dengan eskalatornya dan pendingin ruangannya. Tantangan lain selain tenda yang sempit dan jalan jauh adalah antrian makanan serta toilet.
Sebagian dari anda mungkin adalah seorang clean freak alias tidak bisa kotor walau sedikit. Toilet di Mina dalam satu maktab dipakai ratusan orang, dan petugas kebersihannya hanya satu, jadi persiapkan mental anda, ingat tujuan anda ke sini adalah karena keta’atan anda kepada Allah SWT. Setelah beberapa kali memakai toilet, saya yakin Insya Allah anda akan terbiasa, tenang saja.
Tips selama di Mina:
- Kadang ada travel haji plus yang jemaahnya tidak bermalam di Mina, biasanya mereka akan kembali ke hotel setelah jam 12 malam dan besoknya kembali lagi siang hari. Nah, jika kebetulan maktab kita ada yang begitu, saat mereka pergi kita bisa tidur di tenda mereka, luas sepi.
- Antrian toilet yang cukup ramai adalah saat setiap habis makan (pagi, siang, malam) dan setiap menjelang waktu salat berjamaah.
- Antrian toilet yang cukup sepi adalah pada saat salat berjamaah berlangsung, saat mulai antri makan, serta tengah malam.
- Sebaiknya gemboklah koper kecil anda saat keluar tenda/maktab
- Santai lah sambil berdo’a, anggap saja piknik
- Saling toleransi dengan jemaah lain
- Ada baiknya membawa kabel extension untuk men-charge HP anda
- Bawalah tali untuk jemuran untuk menjemur handuk setelah mandi
Klik di sini untuk gambar dan video suasana di Mina.
Padang Arafah
Berdiam di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah adalah merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan haji, satu hari yang terpenting bagi seorang jemaah calon haji. Bahkan Rasulullah SAW saja pernah mengatakan bahwa haji adalah Arafah. Di sini lah saatnya Allah SWT menurunkan hujan rahmat dan ampunan-Nya. Acara di padang Arafah berlangsung dari selepas Dzuhur hingga Maghrib tiba. Biasanya dimulai dengan salat Dzuhur berjamaah, lalu dilanjutkan ceramah, setelah itu gunakanlah waktu semaksimal mungkin untuk berdo’a, jangan menyia-nyiakan ruang waktu yang sempit di Arafah. Seperti di Mina, seluruh jemaah haji dari seluruh dunia tumpah ruah di Arafah di hari yang sama yaitu tanggal 9 Dzulhijah. Dengan demikian anda bisa membayangkan seberapa penuhnya padang Arafah saat itu. Namun pusat keramaian terletak di sekitar Jabal Rahmah. Biasanya jemaah haji Indonesia ditempat di lokasi yang agak jauh dari keramaian di dalam tenda.
Selain itu, antrian makanan dan antrian toilet mirip dengan Mina. Jadi bersabarlah dan terus berdo’a.
- Saat berangkat ke Arafah dari Mina seluruh bawaan koper kecil akan ditinggal dan membawa bawaan seminimal mungkin.
- Ingat apa yang anda bawa akan dibawa hingga tawaf Ifadhah.
- Dalam melaksanakan rangkaian ibadah ini anda mau tidak mau akan kurang tidur dan lelah.
- Aturlah istirahat anda, jangan buang-buang energi untuk hal yang tidak perlu.
Klik di sini untuk beberapa gambar dan cuplikan video padang Arafah.
Muzdalifah
Muzdalifah adalah kota satu malam, sebab daerah ini hanya ramai satu malam saja dalam setahun yaitu selepas para jemaah haji berangkat dari Arafah. Di Muzdalifah kita akan mabit hingga waktu Subuh (boleh juga tidak sampai subuh tanpa membayar dam, yang penting lewat jam 12 malam). Di daerah ini pula kita akan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah. Bawalah senter kecil untuk mengambil kerikil.
Jumlah yang harus diambil adalah: 7 butir untuk aqabah pertama tanggal 10 Dzulhijah, 7×3=21 butir untuk melempar 3 jumrah (ula, wustha, aqabah) tanggal 11 Dzulhijah, 21 butir lagi untuk tanggal 12 Dzulhijah. Dan jika anda melakukan nafar tsani artinya terus menginap di Mina hingga tanggal 13 Dzulhijah berarti tambah 21 butir lagi. Jadi total batu yang harus dikumpulkan adalah 7 (aqabah) + 63 (ula, wustha, aqabah x 3 hari) = 70 batu kerikil.
Saran saya ambil saja sebanyak mungkin melebihi jumlah tersebut untuk membantu jemaah lain yang kekurangan. Tips lain adalah jika travel anda hanya memberi waktu beberapa menit untuk turun dari bis mengambil karikil, maka utamakan 7 butir untuk aqabah yang pertama, dan jumrah-jumrah berikutnya boleh ambil kerikil dari mana saja walau dari Muzdalifah lebih afdhal.
Ambil kerikil yang ukurannya kecil sehingga tidak akan menyakiti orang lain jika terkena lemparan kita!
Dua Alternatif Rute
Sebetulnya ada dua alternatif rute setelah kita mengambil kerikil di Muzdalifah. Yang pertama adalah setelah melewati batas jam 12 malam segera bergegas ke Makkah untuk melaksanakan tawaf Ifadhah (+ sa’i + tahallul) baru setelah itu kembali ke Mina untuk jumrah Aqabah. Sedangkan yang kedua setelah salat Subuh di Muzdalifah berangkat ke Mina untuk jumrah aqabah di waktu dhuha baru ke Makkah untuk tawaf ifadhah.
Keuntungan alternatif pertama adalah pada saat tawaf ifadhah di Makkah kondisinya masih lebih sepi dikarenakan banyak jemaah memilih untuk tinggal di Muzdalifah hingga Subuh. Keuntungan alternatif kedua adalah kita mendapatkan sunnah untuk salat Subuh di Muzdalifah.
Melempar Jumrah
Lokasi pelemparan jumrah terletak di Mina saat ini sudah menjadi gedung lantai 4 dengan jalur datang dan jalur pergi sehingga Insya Allah ombak jutaan manusia tidak akan lagi bentrok alurnya. Selain itu gedung ini juga dilengkapi eskalator dan pendingin ruangan. Selama masa haji, anda akan mengunjungi tempat ini minimal 3 kali, yang pertama untuk jumrah aqabah setelah dari muzdalifah.
- Berjalan dengan santai dari maktab ke lokasi jumrah
- Tidak perlu berdesakan
- Kalau perlu stretching dulu tangan kanan anda terutama pundak
- Begitu sampai ke tiang (atau tembok) jumrah, maju dulu sedikit melewati bagian tengahnya untuk mendapat area yang lebih lega
- Setelah menyelesaikan jumrah sebaiknya tidak berhenti untuk berdo’a di dekat lokasi pelemparan sehingga mengganggu alur pergerakan pelempar. Carilah lokasi agak menjauh sehingga lebih nyaman.
- Tidak perlu melempar dengan emosi apalagi melempar jumrah dengan selain kerikil misalnya dengan botol kosong
Untuk tips tawaf Ifadhah sama seperti tips tawaf di atas.
Melempar Tiga Jumrah Tanggal 11-13 Dzulhijah Di Mina
Setelah melakukan sebagian besar rukun dan wajib haji di atas, maka kita bisa kembali berpakaian biasa tanpa ihram di Mina. Masa dari tanggal 11 hingga 13 Dzulhijah ini disebut hari tasyrik, di mana kita akan mabit (bermalam) dan melempar 3 jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah). Sunnah Rasulullah adalah untuk bermalam sampai tanggal 13 Dzulhijah (nafar tsani) namun diperbolehkan untuk meninggalkan Mina pada tanggal 12 (nafar awal). Untuk tips jumrah sama saja dengan tips jumrah Aqabah di atas. Nikmatilah hari-hari terakhir anda di Mina, perbanyaklah dzikir dan berdo’a kepada Allah SWT.
Tips Lainnya
Tips Haji Dari www.republika.co.id
















Trackbacks and Pingbacks