Agamaku. Kekerasan, Dan Toleransi

2009 March 13
tags: ,
by admin

islamAssalamu alaikum, salam sejahtera bagi kita semua

Menjelang bulan suci Ramadhan, rasanya tepat bila saya menulis entri yang menyentuh kehidupan beragama khususnya Islam dan Muslim dalam hal ini menyorot kepada kekerasan dan toleransi, seiring ramainya pemberitaan tentang proses eksekusi Amrozi cs terdakwa bom Bali dan pengadilan Habib Rizieq dari FPI atas peristiwa Monas beberapa waktu lalu.

Semenjak peristiwa 9/11 di Amerika serikat pada tahun 2001, Islam dan Muslim menjadi sorotan dunia dan Islam dicap sebagai agama yang sarat akan ajaran kekerasan dan teror. Di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar, pemunculan Islam di media juga banyak yang menyangkut kekerasan. Hal ini membuat sebagian umat bingung dan bertanya-tanya tentang agamanya dan bagaimana menjalankan kehidupan sebagai seorang Muslim.

Saya bukan seorang ulama, bukan pula ustadz, tapi saya rasa pembahasan berikut ini cukup mendasar dan sangat mudah dimengerti dengan akal sehat dan logika.

Dalam Islam, kita percaya 100% bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk tidak hanya untuk Muslim tetapi untuk seluruh umat manusia. Seperti tertulis di dalamnya:

“Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk, maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.” [Q 39:41]

Al-Quran jelas menyatakan keadilan dalam ayat berikut ini

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q 5:8]

Saya rasa cuplikan ayat di atas sangat jelas bertentangan dengan tindakan anarkis, apalagi bom bunuh diri. Apalagi mengenai bunuh diri, dalam Al-Quran tertulis

“…Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” [Q 4:29]

Al-Quran juga memerintahkan untuk membela kebenaran, namun tidak dengan cara-cara yang berlebihan, seperti tertulis dalam ayat berikut

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Q 2:190]

Masih banyak dalil dalam Al-Quran maupun Hadits yang menolak aksi kekerasan dan anarkisme apalagi teror. Saya rasa beberapa ayat di atas saja sudah cukup tegas dan jelas dalam hal ini.

Lagipula seringkali saya bertanya, jika Rasulullah SAW masih berada di tengah-tengah kita, apakah beliau akan memerintahkan pengikutnya untuk melakukan bom bunuh diri membunuh orang yang tidak tahu apa-apa? Atau akankah beliau memerintahkan pengikutnya melakukan kekerasan dan anarkisme dalam memaksakan suatu kehendak?

Sahabat Abu Darda RA., mendengar dari Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa tidak ada sesuatu yang paling memberatkan timbangan seorang mukmin di hari kiamat, kecuali akhlaq yang baik. Dan Allah membenci orang yang buruk perangai, kotor perilaku dan kasar.”

Demikian tulisan pendek ini dalam semangat menyambut bulan suci Ramadhan, semoga dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua, baik Muslim maupun Non-Muslim.

Bagi anda yang Muslim, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan penuh berkah, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT amin. Wassalamu alaikum.

Related Post

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS